INET Bidik 2 Juta Homepass, Penetrasi Web di Bali & Nusra Masih Rendah

Bisnis.com, JAKARTA —  PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) atau rights factor jumbo senilai maksimal Rp3,2 triliun.

Sebesar Rp2,8 triliun dari dana yang dihimpun akan digunakan untuk ekspansi jaringan ke Bali dan Lombok dengan membangun jaringan internet serat optik yang melewati 2 juta rumah (homepass) di Pulau Dewata.

Adapun merujuk laporan Asosiasi Penyedia Jasa Web Indonesia (APJII), dikutip Selasa (30/9/2025), penetrasi web di Bali dan Nusa Tenggara pada 2025 sebesar 76,86%. Artinya masih ada 23,14% wilayah yang belum tersentuh web. Penetrasi knowledge di Bali & Nusa Tenggara lebih besar dibandingkan dengan penetrasi di Sulawesi (71,64%) dan penetrasi di Maluku & Papua yang sebesar 69,2%.

Namun jika dibandingkan dengan penetrasi web di Pulau Jawa (84,64%), Kalimantan (78,72%), dan Sumatra 77,12% maka penetrasi web di Bali & Nusa Tenggara masih tertinggal.

Di sisi lain kontribusi trafik knowledge web di Bali & Nusa Tenggara juga hanya 5,13% terhadap overall trafik nasional. Bali & Nusa Tenggara masih tertinggal dari Pulau Jawa (58,14%), Sumatra (20,51%), Sulawesi (6,46%), dan Kalimantan yang sebesar 6,05% kontribusi trafik internetnya terhadap nasional.

Sebelumnya, INET juga menyelesaikan akuisisi PT Garuda Prima Internetindo alias Bali Web (Flynet).

Dalam keterbukaan Garuda Prima Internetindo hari ini, Senin (22/9/2025), pengambilalihan telah dirampungkan dan tertuang dalam akta pernyataan para pemegang saham No. 6 bertanggal 19 September 2025 yang dibuat oleh notaris Delny Teoberto.

“Direksi PT Garuda Prima Internetindo berkedudukan di Kota Denpasar dengan ini memberitahukan bahwa telah dilakukan pengambilalihan saham yang mengakibatkan beralihnya pengendalian perseroan oleh PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk,” tulis perusahaan dalam pengumuman di Neraca, Senin (22/9/2025).

Bisnis Parfum Lokal